dr. Rudy Dewantara L, SpOT

Selamat Datang di Website Saya

IMG_20141017_180433Nama saya Rudy Dewantara Limanto, sering dipanggil dengan Kwang atau Rudy Kwang karena itu adalah nama kecil saya. Saya adalah seorang dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi (SpOT). Banyak orang yang menganggap bahwa dokter Orthopaedi hanya menangani kasus patah tulang, padahal ada banyak jenis penyakit lain yang juga menjadi bagian dari kompetensi seorang SpOT. Secara garis besar, Orthopaedi melingkupi:

  1. Variasi normal pada manusia, terutama pada bayi baru lahir atau anak kecil. Misalnya bentuk kaki X atau O yang sering ditemui pada anak kecil, yang biasanya dipengaruhi oleh posisi bayi saat berada dalam janin, atau karena kebiasaan anak duduk/tidur.
  2. Kelainan kongenital, atau kelainan pada anggota gerak tubuh yang muncul pada saat lahir. Misalnya CTEV, achondroplasia, Marfan’s syndrome, syndactyly, dan sebagainya
  3. Penyakit tulang yang bersifat menyeluruh atau umum, ini biasanya berkaitan dengan gangguan metabolisme tubuh, misalnya Rickets, Scurvy, Osteomalacia, dan lainnya
  4. Inflamasi atau peradangan pada tulang dan sendi. Misalnya osteomyelitis/infeksi pada tulang, rheumatoid arthritis, TBC pada sendi atau tulang belakang, gout, dan sebagainya
  5. Penyakit degeneratif/yang disebabkan karena bertambahnya usia, yang paling banyak adalah pengapuran atau osteoarthritis
  6. Penyakit yang berhubungan dengan sistem saraf dan otot (Neuromuskular), misalnya cerebral palsy, poliomyelitis, carpal tunnel syndrome, dan sebagainya
  7. Kelainan pada lempeng pertumbuhan (epiphyseal plate) pada anak kecil, misalnya Perthes’ disease, Blount disease, Madelung deformity, dan sebagainya
  8. Neoplasma pada jaringan muskuloskeletal (tumor dan kanker), misalnya Osteosarcoma, Ewing sarcoma, Giant Cell Tumor, dan sebagainya
  9. Trauma muskuloskeletal. Trauma ini bukan hanya mencakup patah tulang/fraktur, namun juga trauma atau cedera pada ligamen, tendon, otot dan jaringan lain yang menyusun sistem gerak tubuh (muskuloskeletal)

Saya akan banyak menulis artikel-artikel tentang beberapa penyakit yang banyak kita temui dengan bahasa yang seawam mungkin, sehingga dapat dengan mudah dipahami. Silakan kirim pertanyaan-pertanyaan anda sesuai dengan topik yang akan saya bahas.

Berikut adalah beberapa artikel yang sudah saya tulis dan paling banyak dibaca:

http://rudykwang.com/2014/10/27/patah-tulang-apakah-selalu-harus-dioperasi-bagian-1/

http://rudykwang.com/2008/06/22/kontroversi-pengobatan-alternatif-patah-tulang/

http://rudykwang.com/2008/06/26/patah-tulang-bagian-2-peran-orthopaedi/

http://rudykwang.com/2008/09/13/mengobati-keseleo-dengan-benar/

http://rudykwang.com/2011/10/31/kumpulan-pertanyaan-yang-sering-masuk-di-blogemail/

http://rudykwang.com/2008/11/30/for-doctors-listen-and-talk-more-to-our-patients/

 

http://rudykwang.com/2008/10/09/membedong-bayi-dari-sudut-pandang-orthopaedi/

 

Comments (29)

  1. arga

    selamat siang dok, mohon maaf ada yang mau saya tanyakan.
    sebelumnya nama saya arga umur 20th. tepatnya awal bulan tgl 2 oct lalu saya mengalami tabrakan motor dengan motor. engkel tangan kiri saya bergeser ke atas. lalu saya pergi ke alternatif patah tulang, sudah 5x lengan kiri saya di pijat (dengan 2 alternatif berbeda), 3x tangan saya di betok (alternatif ini tangan saya ditarik sekuatnya sampai terasa bunyi lalu disesuaikan/dibenarkan). tapi tulang masih menonjol ke bagian atas dan tangan kiri belum bisa di putar masuk ke arah dalam/kanan dan masih terasa sakit. menurut panti pijat,tangan saya tidak dapat kembali sempura seperti sedia kala (semua org yg telah mengalami patah tulang pasti tidak akan memiliki bentuk seperti semula). yg mau saya tanyakan:
    1. apakah benar tulang tidak dpt diluruskan/ bentuk tangan seperti semula?
    2. kira-kira bearapa lama tangan dapat digunakan normal kembali? (kebetulan saya sudah bekerja dan dituntut membawa motor, otomatis tangan akan sering mendapatkan guncangan.
    3. apakah tidak ada cara lain selain dioperasi?
    terimakasih, saya mohon informasiny segera.

    Reply
    1. Rudy Kwang (Post author)

      Saya tidak bisa komentar banyak kl tidak melihat foto rontgennya. prinsipnya, tidak semua patah tulang harus dioperasi. ada banyak contoh kasus yang cukup dilakukan reposisi/dibetulkan posisinya dan digips. saran saya sebaiknya segera menemui dokter spesialis orthopedi terdekat agar bisa dilakukan tindakan yang benar, karena apabila memang ada tulang yang patah, semakin lama penanganannya/tidak tepat tindakannya, secara umum akan semakin sulit untuk mengobatinya.

      Reply
  2. hendra hidayat

    salam kenal dok,.
    sy punya anak laki2 umur 4 thn, sktr 3 bln yll anak sy tsb jatuh dr tangga, akibatnya siku lengan kiri anak sy patah di bagian elbow nya, sdh dioperasi tgl 4 sept kmarin dan dibagian yg patah dipasang smacam kawar/besi oleh dokter Sp,OT, sdh menjalani fisioterapi sbyak 6 kali di RS dan dirumah sy terapi sendiri. Tp knp smpai dg skrg lengan anak sy blm bs ditekuk habis, hnya sampai 90 derajat, klau lurus pun blm jg bs lurus 180 derajat, apakah mmg sprti itu dok proses penyembuhannya ? apakah ada kmungkinan tangan kiri anak sy bs kmbali normal ? Trimakasih dok sebelumnya.

    Reply
    1. Rudy Kwang (Post author)

      kemungkinan itu yang patah adalah supracondylar humerus, yang memang sering dialami anak usia segitu. Memang butuh waktu untuk bisa kembali menekuk normal. kadangkala kawat yang mempertahankan posisi tulang juga mempengaruhi proses fisioterapi. seharusnya kalau sudah diatas 3 bulan dan sudah menyambung di foto x ray, kawat bisa dicabut, kemudian fisioterapi tetap dilanjutkan, dan saya yakin gerakan siku perlahan2 akan kembali.

      Reply
  3. hendra hidayat

    benar dok, supracondilar humerus. sy sbg org tua trus trang khawatir krn sampai skrg tangan anak sy blm bs ditekuk dan diluruskan scr normal, tp mudah-mudahan dg fisioterapi scr teratur smua bs kembali normal. satu lg dok, ukuran tangan kiri anak sy nampaknya lebih kecil dr tangan kanan, apakah mmg sperti itu kondisinya, dan bgmn terapinya agar bs kembali normal. Trimakasih sblmnya dok, dan mohon maaf bila sy byk bertanya….

    Reply
  4. fitri

    Halo dok, selamat pagi, saya wanita sudah menikah dan memiliki 1 anak, saya usia 25 tahun.
    Saya memiliki keluhan di tulang punggung bagian bawah (menurut saya, sekitar bagian tulang ekor).
    Setiap kali saya datang bulan dan/atau capek, tulang punggung bagian bawah sangat sakit,,nyut-nyut,,,cuma saya sering tahan aja, kurang lebih bisa sampai semingguan, kemudian tidak terasa sakit lagi.
    Dulu saya sma kelas 1, sekitar tahun 2003 pernah jatuh dari motor secara terduduk (saya bonceng di belakang dengan duduk menyamping, motor menabrak kendaraan lain, saya terjatuh). Setelah itu tidak pernah merasakan sakit/ mengeluh di daerah tulang belakang.
    Mulai sekitar awal tahun 2010, saya kuliah, saya mulai memiliki keluhan setiap datang bulan/ capek, tulung punggung bagian bawah akan terasa sakit.
    Apakah hal ini ada kaitan dengan ruang lingkup orthopedi?
    Kalau iya, dapatkah dokter mengira, sebenarnya apa yang saya keluhkan ini adalah penyakit yang bagaimana?
    Mohon anjuran, apa yang harus saya lakukan? ke dokter umum? rontgen? atau bagaimana? terima kasih sebelumnya.
    Salam
    fitri

    Reply
    1. fitri

      maaf, bukan tahun 2010, tapi awal tahun 2007. maaf koreksi.

      Reply
    2. Rudy Kwang (Post author)

      Saya rasa kalau kejadiannya sudah 2007, sudah tidak ada hubungan dengan keluhan sekarang. Menurut saya keluhan ibu kan munculnya tiap menstruasi jadi kemungkinan berhubungan dengan kontraksi uterus/rahim. Untuk pastinya bisa periksa ke dokter spesialis kandungan.

      Reply
  5. fitri

    Maksud saya, saya terjatuh tahun 2003,
    saya mulai sering merasa sakit daerah tulang punggung belakang bawah (sekitar tulang ekor) mulai tahun 2007 hingga sekarang.
    Tidak hanya pas datang bulan, tetapi saat saya capek, tulang punggung bagian bawah saya sakit sekali rasanya,

    Reply
    1. Rudy Kwang (Post author)

      tinggi berat badannya berapa bu? aktivitas sehari2 nya apa?

      Reply
  6. arga

    maaf pa dokter menindaklanjuti post paling atas an arga, setelah saya dirontgen dokter menganjurkan untuk dioperasi dan pasang pen. namun saya memiliki ketakutan sendiri. skrg tangan saya sudah sedikit normal dalam artian walaupun keadaan tangan masih bengkok (menonjol ke bagian atas) tapi tangan sudah sedikit lebih kuat dan tidak ada keluhan apapun hanya dalam bentuknya saja yang berbeda. lalu apa saya harus mengambil jalan operasi untuk membetulkan pada posisi semula?
    salah satu yg saya takutkan adalah setelah operasi untuk bbrp bulan dilarang membawa motor sedangkan pekerjaan sekarang saya menuntut untuk membawa motor.
    mohon pencerahannya dok

    terimakasih

    Reply
    1. Rudy Kwang (Post author)

      coba aja dikirim foto rontgennya ke email. saya ga bisa memberikan pendapat banyak tanpa tau jelas bentuk dan lokasi persis patah tulangnya

      Reply
      1. arga

        boleh minta alamat e-mail nya dok?

        Reply
  7. arga

    dok bisa dikirimkan alamat e-mailnya?
    terimakasih

    Reply
  8. arga

    dok saya sudah kirim e-mail ya.
    mohon bantuannya

    terimakasih

    Reply
    1. Rudy Kwang (Post author)

      Meski fotonya agak kabur, tapi saya bisa melihat bahwa masalah pergelangan tangan mas ini bukan cuma patah, tapi permukaan sendinya juga terkena, ditambah adanya masalah ligamen di pergelangan tangan yang menyebabkan salah satu ujung tulangnya menonjol. Memang sekarang tidak ada keluhan apa2, tapi saya yakin pergerakannya pasti terbatas. Kasus ini sebnarnya sudah termasuk indikasi operasi, karena resiko jangka panjangnya adalah munculnya proses pengapuran dini/secondary degenerative osteoarthritis, yang akan menyebabkan keluhan nyeri terus menerus yg sangat menggangu. Harap diingat, bahwa meski sekarang dilakukan operasi pun, tidak ada jaminan 100% bahwa proses pengapuran dini tadi tidak terjadi, karena adanya jeda yang terlalu lama antara waktu trauma dan operasi, ditambah lagi sudah ada manipulasi dari dukun yg kemungkinan memperparah kondisi cederanya.

      Reply
  9. arga

    jadi saran dokter bagaimana?
    jika dioperasi apa ini termasuk operasi berat?
    kira2 berapa lama pasca operasi tangan saya dapat digerkan dengan normal (bawa motor atau angkat beban)?
    mohon pencerahannya dok

    terimakasih

    Reply
    1. Rudy Kwang (Post author)

      Operasi hanya 50% saja dari pemulihan. Sisanya tergantung pada perawatan luka post operasi, proses rehabilitasi dan latiannya untuk mengembalikan fungsinya. Kira2 bisa digunakan untuk angkat beban diatas 4 atau 5 bulan. Kalau hanya untuk naik motor, saya rasa 2 atau 3 bulan post operasi asal kontrol rutin dan rehabilitasi jalan dengan baik. Coba komunikasikan lagi dengan baik ke dokter orthopedi anda, tanyakan segala kemungkinan/resikonya.

      Reply
  10. linda.puspita@sunmotor.com

    Dok,saya mau tanya. 6 minggu yg lalu saya jatuh dan kesleo. Hasil rontgen menunjukkan adanya retak pada ankle.kemudian karena tuntutan pekerjaan sbg karyawan swasta yg harus aktif bergerak, 3 minggu yg lalu baru saya putuskan untuk di gips dan istirahat total tidak bekerja. Dokter surabaya menganjurkan jika kaki tidak boleh menapak pada minggu pertama. Minggu selanjutnya bisa digunakan untuk menapak perlahan lahan. Hari ini tepat 3 minggu di gips saya mentaati perintah dokter surabaya untuk kontrol dan menganjurkan untuk foto rontgen lagi untuk di evaluasi. Akan tetapi karena saya sekarang pulang ke kota madiun,saya kontrolnya ke sebuah poli orthopaedi di kota madiun. Dokter madiun sama sekali tidak menyarankan saya untuk foto rontgen kembali. Dokter hanya melihat hasil rontgen pertama saya dan justru menganjurkan agar kaki samasekali tidak boleh menapak dan 2 minggu lagi disuruh kontrol lagi. Yang saya tanyakan,kenapa beda dokter beda juga penanganan dan sarannya perihal menapakan kaki dan intesitas foto rontgennya?? Saya sebagai pasien merasa bingung dan dipermainkan. Mohon pencerahannya dok. Terimakasih

    Reply
  11. Budi

    Dok, tiga bulan yg lalu setelah belolahraga badminton saya merasa sakit di pangkal tangan sebelah kanan, dan juga bahu sebelah kanan. Awalnya saya tidak hiraukan karena merasa biasa utk bbrpa hari. Kekuatiran muncul ketika sakitnya tak kunjung reda setelah beberpa minggu apalagi ketika tidur dan bangun tidur. Akhirnya saya ke dokter dan berdasarkan pemeriksaan X-ray dan USG, tendon saya yg sebelah kanan dinyatakan robek. Dokter memberikan tiga step penanganan, dimana step berikutnya akan dilakukan jika step sebelumnya tidak memberikan kesembuhan
    1. Fisiotherapy
    2. Injeksi
    3. Operasi

    Yang jadi pertanyaan saya :
    – Apakah Fisioterapi bisa dilakukan sendiri di rumah?
    – Apakah tendon yg robek bisa sembuh dengan sendirinya, kalau ya, apa yg harus
    lakukan/hindari dan berapa lama?
    – Saya kadang tidak bisa menahan diri untuk berolah raga, kadang saya tenis meja
    walau setelahnya sakitnya makin jadi. Olahraga apa yg seharusnya saya lakukan.

    Reply
    1. Rudy Kwang (Post author)

      Anda bisa cari second opinion dulu ke dokter orthopedi lain. Untuk melihat dengan jelas apakah ada tendon robek, paling baik dengan MRI. Paling sering di daerah bahu yang cedera adalah rotator cuff. Tergantung derajad robeknya, tidak harus selalu diterapi dengan operasi. Dengan fisioterapi yang baik bisa pulih lagi, namun harus dilakukan dengan pengawasan dokter orthopedi dan dokter rehabilitasi medik. Kalau masih nyeri, yang paling utama harus dilakukan adalah istirahat, jangan dipaksa untuk berolahraga dulu karena akan semakin menghambat proses pemulihan.

      Reply
      1. Budi

        Terima kasih banyak dokter atas saran dan penjelasannya, satu lagi dok, dokter disini kan memberi saya pain killer Arcoxia (etoricoxib) 60 mg, sya sebenarnya tidak membiasakan diri dengan pain killer, pertanyaannya apakah obat tsb kalau saya minum dan sakitnya reda (misalnya), apakah saya boleh berolah raga atau tunggu sampai betul2 sembut tanpa pain killer?

        Reply
        1. Rudy Kwang (Post author)

          cedera ligamen dan tendon membutuhkan minimal 4-8 minggu rest total, tergantung derajad cederanya. Meski nyeri hilang, kalau masih dalam masa pemulihan dan dipaksakan olahraga maka resiko terjadi cedera ulang. Bukan berarti tidak boleh berolahraga sama sekali, gerakan2 biasa tanpa beban/hentakan mengikuti gerakan anatomi/normal sendi bahu tetap dapat dilakukan.

          Reply
  12. agung

    Yth,, dok… saya mau bertanya, ceritanya begini saya mengalami patah kaki tibia dan fibula serta luka robek di lutut tepatnya tanggal 15 februari 2014, saya di ronsen mengalami patah remuk di betis lalu karena awamnya keluarga maka keluarga mengambil keputusan obat alternatif, sudah 6 bulan berlalu kaki hasil sambungan posisi tulangnya tidak rata dan lutut saya tidak bisa menekuk habis,, lalu saya operasi tanggal 22 oktober 2014 untuk meratakan kaki saya yang bengkok melalui operasi kakinya di patah ulang dan pasang pen.. stlah di operasi lutut saya tidak bisa menekuk habis, jadi gimana dok lutut saya belum bisa nekuk habis selama 10 bulan ini, apa saya ikut fisiotheraphy atau operasi di lutut saya..?? kalau operasi berapa biayanya dan proses gambarannya gimana…??
    trma kasih…
    agung nugraha dari prop. kep. bangka belitung

    Reply
    1. Rudy Kwang (Post author)

      Permasalahan bapak bukan cuma di tulang yang patah saja, tapi juga di otot dan sendi di sekitar tulang yang patah. karena kurang tepatnya penanganan awal, mengakibatkan lutut bapak yang tidak bisa ditekuk penuh karena otot2, ligamen2, tendon2 disekitarnya mengecil dan menegang. Prioritas saat ini adalah memastikan tulang menyambung dalam posisi yang baik terlebih dahulu dan benar2 dipastikan luka sembuh dengan baik, baru kemudian dilakukan fisioterapi untuk melatih lutut supaya bisa menekuk dengan baik dengan dievaluasi ketat oleh dokter orthopedi dan rehabilitasi medik. setelah evaluasi beberapa saat (sesuai dengan evaluasi dokter), apabila memang masih belum bisa menekuk minimal 90 derajad, maka baru dipikirkan kemungkinan lain seperti operasi, tapi itu nanti, yang penting bapak jalani dulu fisioterapinya dengan rutin.

      Reply
      1. agung

        makasih ya dok atas jwbannya,, dok kalau otot saya yg sudah mengecil dan menengang apakah operasi bisa di lakukan agar lutut saya bisa ditekuk,, bahkan pergelangan kaki saya pun ngak bisa di gerakkan sempurna,, ???

        Reply
  13. Rini

    Selamat siang dok, sejak beberapa bulan ini lengan kanan atas saya (seputaran bahu dan lengan) mendadak nyeri, tanpa pernah jatuh atau keseleo. Lama kelamaan bahkan tidak bisa diangkat lurus ke atas dan ditekuk ke belakang, saya sudah terapi pijit bahkan ke ahli urat dan patah tulang tapi belum sembuh juga, walaupun memang sudah agak mendingan dibanding waktu belum berobat. Kesibukan saya sehari-hari bekerja di kantor (menggunakan computer) dan di waktu senggang hobby saya menari.
    Sebenarnya apakah yang saya alami itu dok? dan sebaiknya saya konsultasi ke dokter spesialis apa, karena ada yang bilan ke dokter ortopedi, ada yang bilang ke dokter saraf, fisioterapi, dan rehabilitsi medik, yang benar yang mana dok? Terima kasih.

    Reply
    1. Rudy Kwang (Post author)

      Keluhan nyeri di sendi sangat berkaitan erat dengan usia, pekerjaan/aktivitas sehari-hari, riwayat trauma sebelumnya. Untuk bisa dilakukan diagnosis secara tepat, juga diperlukan pemeriksaan fisik secara langsung oleh dokter ditambah dengan pemeriksaan penunjang bila diperlukan, misalnya foto rontgen. pengobatan yang tepat juga bukan hanya sekedar berupa obat minum, pijat dan sejenisnya, tapi menyesuaikan aktivitas sehari-hari juga merupakan bentuk pengobatan yang komprehensif. Saran saya anda bisa periksa ke dokter spesialis orthopedi di kota anda.

      Reply
  14. ika

    Selamat malam dok, saya sangat tertarik dengan website anda.
    saya ingin sekali mengkonsultasikan mengenai patah tulang yang diderita oleh ayah saya.
    Adakah lokasi praktek dokter yg dapat saya datangi atau alamat email yg dpt saya hubungi untuk mengkonsultasikannya lebih personal. Terima kasih.

    Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>